Kamis, Januari 08, 2009
saya bosan menjadi perempuan
Saya bosan menjadi boneka barbie perusahaan-perusahaan kosmetik. Bayangkan, saya hanya akan terlihat cantik jika menggunakan produk-produknya. Dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki, harus saya oles dengan produk mereka. Bayangkan, berapa produk yang harus saya gunakan untuk rambut saja agar dibilang cantik? Saya harus pakai Sampo, conditioner, minyak rambut, penyubur rambut, vitamin rambut. ini belum harus dicocokkan dengan keadaan rambut. jika rambut saya rontok maka saya butuh sampo penguat, conditioner, serum perawatan, dll (karena memang saking banyaknya, tak bisa disebut satu-satu, saya tulis dan lain-lain).

Belum lagi, jika saya harus mengkriting karena sedang tren rambut keriting. Maka saya butuh obat pengkriting, alat pengkriting, plus perawatan rambut keriting. eh, ini juga belum kalau rambut warna coklat sedang trend. Maka, saya juga butuh cat rambut, peralatan mengecat, perawatan rambut dari sampo khusus agar catnya tidak cepat luntur, vitamin agar rambut tidak rusak, dll. Huh, ini saja juga belum saya harus ke salon karena ribetnya cara pengkritingan dan pengecatan. Saya juga harus rajin spa rambut, smooting, menyampo di salon jika masih mau mempertahankan keadaan rambut saya itu tetap bagus dan dibilang cantik. Bayangkan sodara-sodara, saya harus mengeluarkan biaya dan waktu berapa untuk semua itu, hanya untuk dibilang cantik? Itu masih hanya rambut, belum muka, ah apalagi seluruh badan.

coba, bagian tubuh perempuan mana yang tidak luput dari incaran perusahaan-perusahaan itu? Setiap jengkalnya mampu memberi aliran uang bagi mereka. Bayangkan, mereka hanya cukup memasang Dian Sastro sebagai ikon wanita cantik. Seolah mereka mengatakan, "anda ingin cantik seperti Dian Sastro maka gunakan sabun ini." Ah, bosan saya! Anehnya banyak yang percaya kalau sabun itu bisa membuat cantik.

Yang lebih aneh lagi, para lelaki juga ikut-ikutan terbujuk dengan image yang dibentuk iklan itu. Bahkan, mereka ambil bagian membentuk image itu. Pernah saya lihat lelaki bilang dalam sebuah iklan, "cantik ya putih." Dan, walla, berapa saja perempuan yang harus mengoles wajahnya dengan bahan kimia setiap pagi, siang, dan malam agar terlihat putih?
Betapa membosankan menjadi perempuan yang tidak bisa menentukan ukuran kecantikannya sendiri!
posted by Sketsa Biru @ 18:39  
0 Comments:
Poskan Komentar
HOME
 
HOME
About Me

Saya: Sketsa Biru
Naungan: Indonesia
Inilah Saya: kind of a good girl
See my complete profile
Previous Item
Blog Archives
Shout Box


Free shoutbox @ ShoutMix

Friends
Powered by

BLOGGER