Kamis, Januari 08, 2009
Sebentar*
"urip mung mampir ngombe", kata orang jawa. hidup di dunia memang hanya sebentar. tapi untung cuma sebentar. bayangkan betapa membosankannya hidup lama sementara otot-otot melemah, kulit mengendur, dan penuh uban? betapa membosankannya melihat dunia yang sedemikian sesak dengan orang-orang yang angkuh dengan topeng tebal setiap hari? betapa membosankannya melihat barang-barang berlabel dengan harga selangit,simbol kesombongan? betapa membosankannya melihat mayat-mayat manusia, korban ketamakan manusia lainnya? Dunia memang cukup dihuni semua manusia, tapi tidak cukup untuk satu manusia yang tamak.
ya, rasanya juga tak perlu terlalu tenggelam dalam kesedihan, toh hanya sebentar, yang kemudian akan terganti dengan kebahagiaan. pun, tak perlu terlalu berbahagia. semuanya hanya sebentar. tapi, karena hanya sebentar maka nikmatilah. Rugi, jika yang sebentar itu terlewat begitu saja. Semuanya sudah disediakan, tinggal dicicipi. Sate ayam tidak akan terasa nikmat tanpa harus lebih dahulu mencicipi. Mengapa kesedihan tidak terasa nikmat? mungkin karena memang kesedihan itu belum dicicipi.
semuanya hanya sebentar maka tak perlu ada yang dikhawatirkan. Cinta hanya sebentar, patah hati pun hanya sebentar. Saya akan menertawakan orang yang bunuh diri (terlebih karena patah hati), pun saya akan menangis keras jika ada orang yang ingin hidup abadi.* (mengkuote kalimat putra pas mubes)
Semuanya memiliki masanya sendiri. Karena memang waktu tak dapat diputar balik, apalagi dipercepat. Mengapa khawatir dengan sejarah yang memang sudah menjadi masa lalu. Foucault bilang "ambil yang baik dari sejarah, lalu tinggalkanlah" Mengapa harus riuh dengan sejarah, terlebih dendam yang diwariskan. Berdamailah dengan sejarah. Sudah berapa banyak perang terjadi hanya karena sejarah dendam para pendahulu? Pun, dengan masa depan. Toh, tak akan datang lebih cepat bahkan sedetik pun. Ya sudah, persiapkan bekal saja yang cukup, tanpa perlu khawatir dengan apa yang akan terjadi.

*tulisan untuk NUra yang mulai khawatir, baik dengan masa lalu atau masa depan. (ditulis-tulis dewe, diwoco-woco dewe, yo dipek dewe pisan!)
posted by Sketsa Biru @ 18:09  
0 Comments:
Poskan Komentar
HOME
 
HOME
About Me

Saya: Sketsa Biru
Naungan: Indonesia
Inilah Saya: kind of a good girl
See my complete profile
Previous Item
Blog Archives
Shout Box


Free shoutbox @ ShoutMix

Friends
Powered by

BLOGGER