<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422</id><updated>2011-12-14T18:34:46.106-08:00</updated><title type='text'>SKETSA BIRU</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-4992043333732662861</id><published>2009-02-01T20:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T21:02:01.316-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Perempuan</title><content type='html'>saya sedang kebingungan untuk mengidentifikasi ke-perempuan-an saya. bukan masalah tanda biologis yang sedang saya permasalahkan. namun, penanda yang kerap dilekatkan dalam diri saya sangat membingungkan. kadangkala, saya diberi label feminin karena sebuah penampilan di suatu hari. lain hari, saya bisa tidak feminin. lantas, apakah sedemikian besar pengaruh penampilan terhadap penanda ke-perempuan-an? dan apakah perempuan bisa disebut "perempuan" hanya jika ada penanda itu?&lt;br /&gt;    beberapa saat yang lalu, saya mendapat sms dari salah satu teman yang menyoal make up (sebagai salah satu pendukung penampilan). ini yang kemudian menggelitik saya untuk melihat begitu banyak penanda pada perempuan. saya kira masalah make up bagi perempuan adalah awam, meski tidak bagi saya (mungkin belum). tujuannya, membuat cantik. Bagi saya cantik itu adalah sebuah konstruksi (bukan relatif). Untuk disebut cantik maka perempuan itu harus memiliki beberapa kriteria; putih,alis mata lentik,bibir merah, pipi merona, hidung mancung, dll. perempuan cantik dikonstruksi sedemikian sehingga mau tidak mau seorang perempuan harus membuat dirinya putih dan seterusnya itu. ia tak memiliki pilihan karena memerangkap dirinya sendiri dalam penanda cantik itu.&lt;br /&gt;    perempuan adalah obyek bagi sebuah proyek besar bagi industri kapitalisme. untuk make up saja, akan begitu besar pengeluaran seorang perempuan untuk sekadar dibilang cantik. perempuan yang bermake up setidaknya membutuhkan barang-barang berikut; pelembab wajah, alas bedak, bedak, eyeshadow (yang entah berapa warna), pensil alis, eye liner, maskara, bulu mata palsu, blus on, konselor, lipstik, lip liner, lip gloss, dll. sedemikian banyak produk untuk membuat seorang perempuan untuk sekadar dibilang cantik. tak ayal, industri kosmetik maju pesat karena penanda ke-perempuan-an ini. bahkan, tak jarang perempuan mau mengeluarkan uang lebih untuk membeli produk-produk terkenal seperti bodyshop (masak pelembab wajah 100ml sampai 100 ribu lebih, geleng2 kepala menjadi perempuan).&lt;br /&gt;     Simone de beauvoir dalam the second sex-nya mengatakan, "one is not born, but rather becomes, a women". ya, seorang perempuan bukan dilahirkan tetapi ia adalah seseorang dibentuk menjadi perempuan. perempuan bukan kodrati,melainkan proyek menjadi perempuan untuk terus menjadi dan menghasilkan seorang perempuan. Dada yang menonjol dan memiliki uterus adalah kodrati perempuan, tetapi perempuan itu feminin (dengan berbagai penandanya) adalah bukan kodrat.&lt;br /&gt;    Ketika industri kosmetik dengan iklan manipulasinya itu menyebar gaya hidup, maka semakin sulit (mahal) untuk menjadi perempuan. Iklan itu memerangkap dengan pembentukan citra menjadi perempuan. Tubuh perempuan dicitrakan sedemikian untuk dibilang cantik setelah menggunakan produk kosmetik industri tadi. berbondong-bondonglah individu yang tertarik untuk menjadi perempuan membeli produk tersebut.&lt;br /&gt;    Tubuh perempuan dengan banyak penanda untuk disebut perempuan itu, bagi Beauvoir bukanlah wadah yang memerangkap dan membatasi. Tetapi tubuh merupakan "grasp", suatu sentuhan kepada dunia. Hanya itu. Kemudian, mengapa wajah ini harus berbedak, bibir harus berlipstik, kelopak mata warna-warni, untuk menjadi perempuan (cantik)?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-4992043333732662861?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/4992043333732662861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=4992043333732662861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4992043333732662861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4992043333732662861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/02/menjadi-perempuan.html' title='Menjadi Perempuan'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-1958861892333930560</id><published>2009-01-26T17:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T17:12:31.720-08:00</updated><title type='text'>Pelacur</title><content type='html'>Saya heran dengan kedatangan Dini yang berurai airmata di Bandara Soekarno Hatta kemarin. Dini langsung menubruk dan memeluk saya erat-erat. Saya segera membawanya menuju taksi yang sudah menunggu. Saya tak lantas menanyakan alasan tangisnya. Dini menangis begitu hebat hingga tak mampu berkata-kata. Dia sesenggukan sambil mengelap ingus berkali-kali. Dia mencoba mengatakan sesuatu tetapi kata yang keluar  menjadi senggukan keras. Saya hanya menyediakan bahu untuk menjadi ember untuk air matanya. Dia meminum segelas air putih dari tangan saya sesampainya di rumah. Sesudah sedikit tenang, saya menanyakan keadaannya. Dini menatap saya sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mbak, aku nggak tahu harus mulai dari mana," ujarnya. Dia mengatakan agar saya tak memarahinya. Dini menunduk, "mbak, rasanya aku sudah jadi pelacur di Australia kemarin," Saya terkejut dengan pernyataan itu. Saya mengenal Dini dengan baik. Dini bukan anak nakal, sejauh yang saya tahu. Dia juga tak tergolong bodoh. Beasiswa bidang budaya mengantarkannya ke Australia selama dua minggu. "maksudmu?" tanya saya terkejut. Dini bekerja keras untuk mendapatkan beasiswa itu. Dia berlatih tari selama 5 bulan tanpa henti. bahkan, Dia rela bekerja paruh waktu untuk biaya pembuatan paspor. Usaha sekeras itu untuk sekadar dapat melihat kekasihnya di Australia. mata dini mulai berkaca-kaca. "kamu bertemu dia kan?" tanya saya lagi. Dini mengangguk. kemudian mulai menceritakan semua kejadian yang dialaminya selama di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari kedua setelah menginjakkan kaki di Australia, Dini menemui kekasihnya, Helmi. Dini disambut dengan kemarahan Helmi. "udah gue bilang, lo gak usah sampai ke sini. lo tuh emang nekat. gue gak suka ama kenekatan lo itu. lo tu gak pernah mau denger kalo gue ngomong." ujar Helmi dengan suara keras. Dini hanya menatap Helmi, tidak kuasa berkata-kata.  "lo tu kemari juga percuma. lo banyak acara di sini. gue sibuk kuliah." Dini hanya mengangguk. Helmi melanjutkan, "berapa duit lo nyampe sini?" Dini menggeleng kemudian bertanya. "apa kita benar-benar putus?" Helmi mengangguk. "Tapi kamu mesti tanggung jawab"&lt;br /&gt;"gue tanggung jawab apa? gara-gara waktu itu? apa aja lo minta gue kasih, asal lo gak minta gue ninggalin cewek gue" ujar Helmi&lt;br /&gt;"pulangin aku ke orang tuaku" ujar Dini dalam tangisnya&lt;br /&gt;"ya nanti gue beliin tiket"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini sesenggukan lagi. "mbak, semua usahaku, harga diriku, hanya seharga tiket Australia-Jakarta. apa bedanya aku dengan pelacur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malah bingung. siapa itu pelacur? perempuan yang melayani keinginan seksual laki-laki kemudian dibayar? apakah Dini yang melayani keinginan seksual kekasihnya kemudian diberi tiket Australia-Jakarta itu juga pelacur? mengapa harus perempuan yang disebut pelacur, sebuah istilah kotor untuk seseorang yang berbuat hina?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pelacur/pecun/sundal/lonte/bitch melabeli perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang bukan suaminya dan dibayar untuk itu (terjemahan bebas). memang ada istilah untuk laki-laki, penjaja seks, yakni gigolo. namun, rasanya pelacur telah menjadi kata yang sedemikian kotor dan diidentikan dengan perempuan. Di Yogyakarta misalnya, kata lonte menjadi kata kotor untuk seseorang yang melakukan perbuatan tidak terpuji. sundalak, yang aku kira dari kata sundal, merupakan kata kotor dari daerah sulawesi. Son of bitch menjadi kata kotor di Inggris sana. Semua kata kotor itu identik dengan perempuan atau ditujukan untuk perempuan. sebuah kata kotor yang menjadi penghakiman bagi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan seksual (tanpa ikatan pernikahan) dilakukan bersama antara laki-laki dan perempuan. Terlepas dari alasan melakukan perbuatan itu, label kata kotor dan hina hanya melekat pada salah satu pihak yang melakukannya, yakni perempuan. Bisnis seksual menurut saya, dipengaruhi demand and supply. perempuan menjajakan seks karena ada permintaan dari laki-laki, begitu pula sebaliknya. hal ini berarti perbuatan itu diprakarsai kedua belah pihak. jika perempuan yang melakukannya, itu hina, bukankah laki-laki yang melakukan bersamanya juga sama hinanya? namun, penghakiman tetap melekat pada perempuan. Sang laki-laki tetap melenggang kangkung tanpa ada penghakiman dari lingkungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, perempuan menjadi begitu hebat karena mampu bertahan hidup dengan sekian represi dari sistem yang konstruktif. Dari sebuah penelitian (lupa sumbernya), perempuan mampu menahan rasa sakit 4x lebih kuat dibandingkan laki-laki. Entah mengapa perempuan terkonstruksi menjadi makhluk yang lemah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah tentang perempuan yang terlacurkan (terpaksa menjadi pelacur) terdapat dalam "women at the poin zero" karangan Nawal El Sahdawi. Saya hanya kagum dengan perempuan itu. Ketika menjadi pelacur, tubuhnya menjadi mayat yang tak merasakan apa-apa. Sayang, buku itu tak terbaca oleh salah satu teman penikmat seks di luar nikah. Rasanya saya ingin mengatakan padanya "sebenarnya kamu meniduri mayat, bukan perempuan dalam sosoknya yang utuh"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-1958861892333930560?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/1958861892333930560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=1958861892333930560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/1958861892333930560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/1958861892333930560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/pelacur.html' title='Pelacur'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-6148301712969437087</id><published>2009-01-19T17:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T17:51:33.398-08:00</updated><title type='text'>Lebih Dari Sekadar Emas</title><content type='html'>i've been staring the notebook for about 5 hours with nothing to do. i got migrain then. huh,how many times should i take to finish this?&lt;br /&gt;Hal paling susah dalam pengerjaan skripsi saya adalah menemukan mood alias semangat. dalam waktu menjemukan didepan laptop, saya beralih membereskan kamar. suatu hal yang lebih baik ketimbang bengong. Setelah membereskan sekian tumpukan, saya menemukan barang-barang berharga. Dari sekian itu, berikut diantaranya:&lt;br /&gt;-sebuah surat yang berisi: beberapa pembatas kertas terbuat dari papirus, sebuah kertas surat yang belum ditulisi terbuat dari papirus,dan sebuah kertas potongan surat kabar. kertas inilah yang menarik perhatian saya, di dalamnya terdapat beberapa kalimat untuk saya. sekadar ucapan terima kasih dari seseorang yang belum saya kenal. bagi saya surat itu unik. Lebih dari itu, saya merasa ada sesuatu di dalamnya (unidentified that i can't describe) dan tiba-tiba surat itu menjadi sesuatu yang berharga. mungkin sudah 2 tahun yang lalu, surat itu saya terima. Adakah yang pernah merasa mengirimkan surat itu kepada saya? i dont know, i just feel that i need to know you. suddenly i feel so close. padahal saya tidak tahu siapa orang itu.&lt;br /&gt;-sebuah surat tugas Balairung yang diberikan kepada saya saat pertama kali reportase. &lt;br /&gt;- Beberapa edisi yang berurutan Balkon dan Balsus yang dibuat oleh angkatan saya selama berada di Balairung&lt;br /&gt;-foto-foto ukuran 3x4 yang bergambar teman-teman sewaktu SMA, kartu ujian nasional, sebuah kartu tanda siswa, dan kartu ujian masuk UGM.&lt;br /&gt;-tiket kapal Tidar kelas ekonomi jurusan surabaya-pare-pare, tiket Lion air jurusan makassar-surabaya, tiket bus Eka jurusan Surabaya-Yogyakarta&lt;br /&gt;-tanda masuk parkir pantai akarena makassar,slip belanja carefour makassar,slip pembayaran es teler 77, beberapa tiket bioskop 21 di mall panakukang dan MTOS&lt;br /&gt;-tiket lion Air jurusan jakarta-pekanbaru, tiket fajar utama dan senja utama jurusan jogja-jakarta-jogja, tiket mandala air jurusan pekanbaru-jakarta&lt;br /&gt;- sebuah jaket berwarna cokelat dengan model safari dan sebuah kain seperti tenun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua benda itu menyimpan sesuatu. Benda itu seperti membekukan semua perasaan saya. Benda-benda kecil yang bagi saya sangat berharga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-6148301712969437087?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/6148301712969437087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=6148301712969437087' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/6148301712969437087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/6148301712969437087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/lebih-dari-sekadar-emas.html' title='Lebih Dari Sekadar Emas'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-8805794175791648516</id><published>2009-01-15T17:44:00.001-08:00</published><updated>2009-01-15T17:44:47.384-08:00</updated><title type='text'>statement of the day:</title><content type='html'>"saya bukan seorang feminist dari aliran manapun. bukan pula seorang postfeminist. saya hanya membenci kekerasan dan ketertindasan. jika pun saya membenci seorang laki-laki, bukan karena dia seorang laki-laki, melainkan karena jalan kekerasan yang telah dilakukannya. Tak menutup kemungkinan, saya akan membenci seorang perempuan sekalipun, jika jalan kekerasan menjadi pilihannya." ingatkan saya untuk tak melakukan kekerasan apapun, dalam hal bagaimanapun, dimanapun, dan kapanpun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-8805794175791648516?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/8805794175791648516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=8805794175791648516' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/8805794175791648516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/8805794175791648516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/statement-of-day_15.html' title='statement of the day:'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-9121323479905869356</id><published>2009-01-15T17:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T17:44:18.119-08:00</updated><title type='text'>question of the day:</title><content type='html'>"adakah yang lebih menyeramkan daripada ketakutan pada suatu hal yang sulit dijelaskan?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-9121323479905869356?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/9121323479905869356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=9121323479905869356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/9121323479905869356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/9121323479905869356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/question-of-day.html' title='question of the day:'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-4259447209862628877</id><published>2009-01-15T17:40:00.001-08:00</published><updated>2009-01-15T17:40:38.768-08:00</updated><title type='text'>qoute of the day</title><content type='html'>"jalani saja apa rencana hidupmu, selebihnya jangan terlalu dirasakan, kita punya perasaan karena kebetulan saja kita menjadi manusia" (Seno Gumira Ajidarma dalam cerpen "dua Lelaki")&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-4259447209862628877?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/4259447209862628877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=4259447209862628877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4259447209862628877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4259447209862628877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/qoute-of-day.html' title='qoute of the day'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-5910673827474720026</id><published>2009-01-15T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T17:39:56.891-08:00</updated><title type='text'>Jangan Menaruh Penis Sembarangan!</title><content type='html'>Gara-gara saya berada di rumah lebih lama, saya sering terjerumus (kadang sengaja menjerumuskan diri) dalam rumpian bersama ibu-ibu tetangga. Dari obrolan itu, saya kerap mendengar cerita-cerita yang mengejutkan. mungkin tidak terlalu mengejutkan, tapi saya pura-pura atau kadang terpaksa terkejut. berikut petikan cerita tersebut dan cerita dari obrolan lain, yang saya sajikan ke dalam sebuah alur cerita. tentu saja, dengan tambalan sana-sini (hahah...namanya juga ngerumpi), tapi tak mengurangi makna dan fakta di dalamnya. sebagai amatir dalam menulis, alur dan penokohan dalam cerita ini mungkin tak pantas disandingkan dengan penulis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita #1 (teman saya sewaktu SD)&lt;br /&gt;Sebut saja saya Nunu (bukan nama sebenarnya), 23 tahun. Saya adalah seorang sopir dan menyambi bekerja serabutan. saya memiliki seorang istri dan bayi yang baru berumur 2 bulan. saya mencoba membangun sebuah keluarga bahagia layaknya suami-suami lain. kisah hidup saya pasti akan lain jika tidak secara kebetulan saya bertemu yeni (nama samaran) lima bulan lalu. kala itu, saya harus mengangkut barang dagangan ke sebuah toko di mana Yeni bekerja.       Perkenalan saya dengan Yeni terjadi begitu saja seiring seringnya saya mengangkut barang ke tokonya. tubuhnya yang singset dan senyum genitnya selalu menyapa setiap kali saya datang. Lelaki mana yang tak akan menggoda sekadar iseng atau memang memiliki maksud kepadanya? Yeni tak pernah menyembunyikan malu kepadaku. Perut saya kerap menjadi sasaran cubitannya setiap kali rayuan mautku terlontar.&lt;br /&gt;          Ah, Yeni pun tak menolak ketika saya ajak melihat pantai suatu kali. Sebuah senja dimana matahari memerah di langit, mengertapkan warna emas di hamparan luas air kelabu. Sebuah senja sempurna untuk saya dan Yeni. Saya hanya ingin melepaskan penat hasil dari seharian mengangkut barang ke toko, bersama Yeni. Dia lah yang menemani saya menghabiskan waktu yang sangat singkat menikmati keindahan senja sebelum bergulir malam. angin dingin segera menyambut ketika warna merah terakhir menyemburat di langit abu-abu. sesegera itu pula gerimis datang. Kami lari menuju sebuah rumah terdekat untuk berteduh. kian malam, hujan kian lebat, sementara badan ini rasanya berat untuk menempuh perjalanan tiga jam ke rumah istri. Saya putuskan beristirahat sebentar di rumah itu yang biasa menyewakan kamar untuk pengunjung pantai. Ah Yeni, ia masih mau memijat badan saya yang lelah.&lt;br /&gt;    Semenjak pulang dari pantai kala itu, kami jadi kerap menghabiskan waktu dalam senja di pinggir pantai itu di kala-kala lain. Berangkat sore, menghabiskan senja sehabis-habisnya, sampai merah berubah kelabu sampai menghitam kemudian. Saya hanya ingin melepaskan penat bersama Yeni, itu saja. setelah itu, Saya masih pulang ke rumah untuk istriku.&lt;br /&gt;    Saya masih pulang sebelum Yeni mengatakan pada istri saya jika sudah terlambat bulan. orangtua saya marah besar. lebih-lebih Ayah Yeni yang sempat mendaratkan jotosan ke pipi saya. Mertua saya malah langsung meminta istri saya dipulangkan. Saya tahu, saya memiliki bayi yang harus diberi makan. saya pun sangat tahu jika istri saya menangis menahan sakit di batinnya. namun, saya juga tahu ada benih saya di rahim Yeni. Saya hanya tak tahu mesti berbuat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita #2 (temannya teman, teman saya kuliah)&lt;br /&gt;    Saya tidak cukup terkejut ketika Tika (nama samaran) mengatakan sedang hamil. Dia kerap kali bercerita tentang pengalamannya bersama laki-laki, tak hanya dengan saya. Bukan suatu hal yang menarik untuk diceritakan, tapi bagi Tika tak ada yang lebih menarik diceritakan selain penis laki-laki. Saya enggan mendengar ceritanya sampai dia meminta tolong padaku. Sebuah permintaan yang menimbulkan banyak pertanyaan dalam benakku. Saya yang tidak pernah merasa dekat dengannya, dimintai tolong mencarikan dukun. Saya heran dan bingung mengapa Tika meminta tolong padaku. "Apakah saya memiliki tampang yang memiliki kecenderungan kenal dengan seorang dukun, penggugur kandungan?" Tapi pertanyaan itu lantas kabur begitu saja saat saya tahu, banyak teman yang dimintai tolong.&lt;br /&gt;"Tik, lo gak pake pengaman tiap kali gituan?"&lt;br /&gt;"Biasanya juga gak pernah jadi kok. Sejak SMA gak pernah kejadian tu. kali ini aja kena sial,"&lt;br /&gt;"lo tau nggak tik tu bapaknya bebi siapa?"&lt;br /&gt;"nah, itu masalahnya gue nggak tahu. makanya lebih baik gue gugurin daripada ribet nyari bokapnya,"&lt;br /&gt;"tau ribet, kenapa lo masih nglakuin juga,"&lt;br /&gt;"habis enak sih," ujar Tika nyengir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita #3 (teman yang lain)&lt;br /&gt;    Sudah berkali-kali saya bilang sama Mimi kalau dia masih suci. berkali-kali pula dia menolak kalimat saya itu. dia bersikeras sudah saya tiduri. Bah, Saya jelas menolak kalau saya pernah meniduri mantan pacar saya itu. Saya berani sumpah bahwa malam itu saya tidak sampai masuk. Artinya, mantan saya itu masih suci kalau dia tidak pernah melakukan sebelumnya. Saya bingung ketika Mimi minta pertanggungjawaban atas perbuatan saya itu. Saya tanya dia, "emang aku ngapain kamu?" Dia tetap berkeras, "Kamu sudah meniduri aku, jadi kamu harus tanggung jawab"&lt;br /&gt;"aku harus tanggung jawab bagaimana?"&lt;br /&gt;"nikahi aku"&lt;br /&gt;Mimi mungkin sudah gila semenjak saya memutuskan hubungan kami. Saya memang pernah mengatakan akan menikahinya tetapi bukan berarti sekarang, bukan? Saya masih sangat muda, bahkan kuliah saja belum kelar. Bagi saya, Mimi memang masih suci. Saya sangat sadar kala itu, kami hanya saling telanjang, tidak lebih. Bahkan, saya mengeluarkannya di kamar mandi. Saya memang menciumnya, tapi bukan berarti saya harus menikahinya karena itu, bukan? Saya yakin bahwa dia tidak akan hamil, karena saya menghormati keperawanannya. Toh, kita melakukannya karena sama-sama butuh dan mau. Dia tidak menolak kala bajunya saya buka semua. Aneh bagi saya, ketika Mimi minta dinikahi kala saya memutuskan hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Tiba-tiba saya bingung. bagaimana kalau semua cerita itu saya kasih judul "Petualangan Penis" (terinspirasi Petualang Celana Dalam). Hah, saya menghembuskan napas panjang ketika menyelesaikan menulis cerita ini. Sebeginikah gampang penis itu berpetualang tanpa pertimbangan dari sang pemilik? (ok, mungkin para pemilik penis itu bisa bilang, "Sebegini mudahkah Vagina diserahkan tanpa pemikiran panjang pemiliknya?")&lt;br /&gt;Dengan berbagai pertimbangan, saya lebih mempertanyakan kemudahan bagi lelaki untuk menaruh penisnya sembarangan lalu pergi. Meski mungkin sama-sama suka, butuh, dan mau, tetapi kebanyakan perempuan yang menanggung dampak jangka panjangnya. seandainya saya lelaki, saya bisa langsung pergi begitu saja, bukan? kalau saya tidak mau bertanggungjawab, saya tinggal bilang, "anak itu bukan anakku." lebih-lebih perempuan yang senang berganti-ganti pasangan itu akan lebih mudah lagi. kalau saya tidak mau bertanggung jawab, lalu kamu (perempuan) bisa apa?&lt;br /&gt;dalam cerita #1, istri sopir itu harus menanggung derita karena perbuatan suaminya. Ia harus bercerai dan membesarkan bayi yang baru berusia 2 bulan itu tanpa dampingan suami lagi.&lt;br /&gt;dalam cerita #2, memang cerita ini agak aneh. Perempuan itu mungkin maniak seks, tetapi jalan menggugurkan bayinya itu, bukankah membahayakan si perempuan itu sendiri?&lt;br /&gt;dalam cerita #3, enaknya jadi lelaki. Ada cara jitu bagi kalian agar terhindar dari tanggungjawab kala perempuan menuntutnya. Pastikan saat anda berhubungan, perempuan itu tidak hamil atau bahkan tidak usah dimasukkan sekalian. Anda tinggal bilang, "kamu kan masih suci". Sesederhana itukah kesucian diartikan? Sementara perempuan mungkin harus menanggung trauma sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh...saya tidak ingin menyalahkan laki-laki, saya hanya ingin mempertanyakan mengapa laki-laki tidak sama-sama menanggung akibat perbuatannya? sama-sama enak, butuh, dan mau, tapi mengapa harus perempuan yang lebih panjang merasakan akibatnya? Jika memang demikian adanya, Jangan Menaruh Penis Sembarangan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-5910673827474720026?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/5910673827474720026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=5910673827474720026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/5910673827474720026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/5910673827474720026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/jangan-menaruh-penis-sembarangan.html' title='Jangan Menaruh Penis Sembarangan!'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-8541980235079291716</id><published>2009-01-14T00:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T00:36:22.847-08:00</updated><title type='text'>Statement of The DAy</title><content type='html'>i'm going to be pacifism. i hate the war in all means&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahhaha..macam artis saja ramai2 bikin statement....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-8541980235079291716?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/8541980235079291716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=8541980235079291716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/8541980235079291716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/8541980235079291716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/statement-of-day.html' title='Statement of The DAy'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-4869945099546679340</id><published>2009-01-08T18:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T18:58:09.897-08:00</updated><title type='text'>Tentang Perempuan, Sebuah Cerita Tanpa Akhir</title><content type='html'>Saya pengen menulis tentang perempuan, yang semoga terkumpul menjadi buku. Tulisan itu berangkat dari sebuah obrolan yang membuat saya berpikir tentang gender. Suatu momen, saya mengobrol dengan laki-laki yang baru saya kenal. Kami membahas tentang bissu, laki-laki yang berperilaku dan berpenampilan layaknya wanita. Mereka menjadi pemimpin upacara adat di dalam komunitasnya. Teman saya itu mengatakan, "Dengan adanya bissu itu, sebenarnya pembicaraan gender di Indonesia telah selesai karena telah ada penghormatan bagi transgender." Mendengar itu, saya langsung ngotot menolak. Lha kok masalah gender dianggap selesai dengan pandangan yang sesederhana itu. Tidak mau terlalu berapi-api, saya bilang saja "belum dong, konteks mereka kan sebagai pemimpin adat (yang tentu akan dihormati dalam komunitasnya)". Saya tambahkan lagi, mereka juga hanya diekslploitasi untuk tampil dalam upacara yang digelar untuk pariwisata (dimana bagi saya, mereduksi kesakralan upacara adat). Posisi Bissu pun hanya menjadi ikon (pelengkap) dalam upacara untuk menghibur khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Mungkin teman saya itu memiliki penjelasan yang lebih komprehensif tentang pernyatannya itu. Tapi belum sempat ia menjelaskan, seorang teman yang lain sudah mengakhiri, "sudahlah pandangan kalian itu sudah beda." Nah, itu lah... bagi saya, jangan anggap selesai masalah gender karena masih banyak perbedaan pandangan. Tetapi bukan berarti masalah selesai dengan adanya persamaan pandangan. Maksud saya, perbedaan pandangan menghasilkan permasalahan yang berbeda pula. semakin banyak cara pandang, maka semakin banyak pula masalah. Meski satu masalah, jika dipandang dari cara yang berbeda-beda, bukankah masalah itu akan menjadi banyak? Inilah yang akan membantu penyelesaian masalah lebih komprehensif dan holistik karena tidak hanya menyelesaikan pada satu sisi. Jadi ya, bagi saya pembicaraan gender tidak akan pernah selesai jika hanya dilihat dari satu sudut pandang.&lt;br /&gt;   Dari sini, saya mulai berpikir, apa permasalahan tentang gender itu tak banyak disuarakan, atau ada yang terbungkam, sengaja disembunyikan atau bahkan mungkin ada yang belum disentuh? Di Indonesia memang sudah sangat riuh pembahasan tentang gender, problematika dan pemecahannya. Entah, hal apa yang membuat gender kadang-kadang bisa dikatakan selesai dengan contoh yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;(MAAF KAWAN, bukan maksud menyalahkan, saya menolak kan belum tentu karena kamu salah dalam memberikan konklusi, siapa tau memang pengetahuan saya yang tidak mencukupi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Saya masih menolak pernyataan itu karena semakin banyak bukti yang menunjukkan pembahasan gender belum selesai di Indonesia ini. Budaya patriarki masih mengakar kuat di negeri ini, kawan!! Suatu kali, saya menyaksikan berita, cerita tentang perempuan di suatu daerah NTT. Bahkan, soal yang umum tentang persamaan hak pendidikan bagi lelaki dan perempuan, masih ada ketimpangan. Perempuan mana di zaman sekarang yang tidak bersekolah hanya karena dilarang orangtua dengan alasan "buat apa perempuan sekolah tinggi, toh nanti kawin, kembali ke dapur"? Tapi kawan, hal itu masih benar-benar terjadi di NTT. Beginikah yang dianggap selesai? Bukan emosi kawan, tetapi mencoba menolakmu, HAHAHA.&lt;br /&gt;   Mungkin, teman saya itu membahas gender dalam konteks transgender. Tapi lihatlah, berapa orang yang mencibir kehadiran banci di prapatan? Lihatlah pula komedi di TV Indonesia itu. Banci menjadi bahan olokan dan diposisikan pantas untuk ditertawakan. Ini beda dengan TV di Amerika. Oprah Show pernah menampilkan seorang laki-laki yang telah menikah kemudian mengganti identitasnya menjadi perempuan. Ia berdandan dan berperilaku layaknya perempuan. Namun, ia masih diterima anak-anaknya, bahkan istrinya sebagai ayah sekaligus ibu, dan suami sekaligus istri (?) (bagian dari keluarga)? Bagi saya, inilah penghormatan bagi transgender. Ia tak dikucilkan karena pilihannya. Ah, saya jadi tertantang untuk mencari bagaimana sikap keluarga Indonesia jika tahu ayah atau anaknya memilih transgender sebagai jalan hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya....bagi saya, membicarakan gender terlebih tentang perempuan, adalah cerita yang tak pernah (belum) selesai.... (tapi saya berharap tidak usah selesai, biar kita terus bertumbuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, jadi kangen ngobrol dengan teman itu. Selepas demisioner dari Bal, saya kehilangan atmosfer diskusi. (KANGEN NGOTOT2an yang kadang2 dipaksakan untuk dibilang cerdas :)...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-4869945099546679340?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/4869945099546679340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=4869945099546679340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4869945099546679340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4869945099546679340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/tentang-perempuan-sebuah-cerita-tanpa.html' title='Tentang Perempuan, Sebuah Cerita Tanpa Akhir'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-1799632600360834675</id><published>2009-01-08T18:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T18:42:28.299-08:00</updated><title type='text'>Kemungkinan aneh yang diragukan kebenarannya:</title><content type='html'>mungkin surga itu membosankan karena saya tidak usah bekerja, cukup memikirkan dan semua sudah dihadapan. padahal kata pram "orang yang tidak bekerja sebenarnya sedang berjabat tangan dengan maut" (pram dalam rumah kaca). lha, bagaimana kalau maut tidak menjemput karena di surga. (tiba-tiba bingung :(...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-1799632600360834675?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/1799632600360834675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=1799632600360834675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/1799632600360834675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/1799632600360834675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/kemungkinan-aneh-yang-diragukan.html' title='Kemungkinan aneh yang diragukan kebenarannya:'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-3246095369199396</id><published>2009-01-08T18:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T18:41:45.483-08:00</updated><title type='text'>Pertanyaan bodoh of The Day:</title><content type='html'>apa di surga ada handphone yang bisa menghubungi teman saya di neraka? jika pun ada, bagaimana jika di neraka tidak ada? pertanyaan selanjutnya: apakah di neraka ada handphone yang bisa menerima panggilan teman dari surga? atau memang di sana tidak membutuhkan handphone?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-3246095369199396?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/3246095369199396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=3246095369199396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/3246095369199396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/3246095369199396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/pertanyaan-bodoh-of-day.html' title='Pertanyaan bodoh of The Day:'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-4628884624106575808</id><published>2009-01-08T18:39:00.002-08:00</published><updated>2009-01-08T19:00:09.524-08:00</updated><title type='text'>saya bosan menjadi perempuan</title><content type='html'>Saya bosan menjadi boneka barbie perusahaan-perusahaan kosmetik. Bayangkan, saya hanya akan terlihat cantik jika menggunakan produk-produknya. Dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki, harus saya oles dengan produk mereka. Bayangkan, berapa produk yang harus saya gunakan untuk rambut saja agar dibilang cantik? Saya harus pakai Sampo, conditioner, minyak rambut, penyubur rambut, vitamin rambut. ini belum harus dicocokkan dengan keadaan rambut. jika rambut saya rontok maka saya butuh sampo penguat, conditioner, serum perawatan, dll (karena memang saking banyaknya, tak bisa disebut satu-satu, saya tulis dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, jika saya harus mengkriting karena sedang tren rambut keriting. Maka saya butuh obat pengkriting, alat pengkriting, plus perawatan rambut keriting. eh, ini juga belum kalau rambut warna coklat sedang trend. Maka, saya juga butuh cat rambut, peralatan mengecat, perawatan rambut dari sampo khusus agar catnya tidak cepat luntur, vitamin agar rambut tidak rusak, dll. Huh, ini saja juga belum saya harus ke salon karena ribetnya cara pengkritingan dan pengecatan. Saya juga harus rajin spa rambut, smooting, menyampo di salon jika masih mau mempertahankan keadaan rambut saya itu tetap bagus dan dibilang cantik. Bayangkan sodara-sodara, saya harus mengeluarkan biaya dan waktu berapa untuk semua itu, hanya untuk dibilang cantik? Itu masih hanya rambut, belum muka, ah apalagi seluruh badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   coba, bagian tubuh perempuan mana yang tidak luput dari incaran perusahaan-perusahaan itu? Setiap jengkalnya mampu memberi aliran uang bagi mereka. Bayangkan, mereka hanya cukup memasang Dian Sastro sebagai ikon wanita cantik. Seolah mereka mengatakan, "anda ingin cantik seperti Dian Sastro maka gunakan sabun ini." Ah, bosan saya! Anehnya banyak yang percaya kalau sabun itu bisa membuat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Yang lebih aneh lagi, para lelaki juga ikut-ikutan terbujuk dengan image yang dibentuk iklan itu. Bahkan, mereka ambil bagian membentuk image itu. Pernah saya lihat lelaki bilang dalam sebuah iklan, "cantik ya putih." Dan, walla, berapa saja perempuan yang harus mengoles wajahnya dengan bahan kimia setiap pagi, siang, dan malam agar terlihat putih?&lt;br /&gt;   Betapa membosankan menjadi perempuan yang tidak bisa menentukan ukuran kecantikannya sendiri!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-4628884624106575808?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/4628884624106575808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=4628884624106575808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4628884624106575808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4628884624106575808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/saya-bosan-menjadi-perempuan.html' title='saya bosan menjadi perempuan'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-1789587889479614945</id><published>2009-01-08T18:39:00.001-08:00</published><updated>2009-01-08T18:39:53.393-08:00</updated><title type='text'>Quote of the day:</title><content type='html'>Hidup di dunia itu anggap saja Liburan. Mungkin kita memilih hidup di dunia karena kehidupan abadi itu membosankan. Makanya, kita meminta liburan sama Tuhan di dunia. Yang namanya Liburan ya sebentar, maka nikmati saja hidup liburan yang sebentar ini. (trus ketawa ala sinchan yang berlagak jadi pahlawan super)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-1789587889479614945?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/1789587889479614945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=1789587889479614945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/1789587889479614945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/1789587889479614945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/quote-of-day.html' title='Quote of the day:'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-4515326557177081919</id><published>2009-01-08T18:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T18:38:56.606-08:00</updated><title type='text'>Sebentar*</title><content type='html'>"urip mung mampir ngombe", kata orang jawa. hidup di dunia memang hanya sebentar. tapi untung cuma sebentar. bayangkan betapa membosankannya hidup lama sementara otot-otot melemah, kulit mengendur, dan penuh uban? betapa membosankannya melihat dunia yang sedemikian sesak dengan orang-orang yang angkuh dengan topeng tebal setiap hari? betapa membosankannya melihat barang-barang berlabel dengan harga selangit,simbol kesombongan? betapa membosankannya melihat mayat-mayat manusia, korban ketamakan manusia lainnya? Dunia memang cukup dihuni semua manusia, tapi tidak cukup untuk satu manusia yang tamak.&lt;br /&gt;    ya, rasanya juga tak perlu terlalu tenggelam dalam kesedihan, toh hanya sebentar, yang kemudian akan terganti dengan kebahagiaan. pun, tak perlu terlalu berbahagia. semuanya hanya sebentar. tapi, karena hanya sebentar maka nikmatilah. Rugi, jika yang sebentar itu terlewat begitu saja. Semuanya sudah disediakan, tinggal dicicipi. Sate ayam tidak akan terasa nikmat tanpa harus lebih dahulu mencicipi. Mengapa kesedihan tidak terasa nikmat? mungkin karena memang kesedihan itu belum dicicipi.&lt;br /&gt;    semuanya hanya sebentar maka tak perlu ada yang dikhawatirkan. Cinta hanya sebentar, patah hati pun hanya sebentar.  Saya akan menertawakan orang yang bunuh diri (terlebih karena patah hati), pun saya akan menangis keras jika ada orang yang ingin hidup abadi.* (mengkuote kalimat putra pas mubes)&lt;br /&gt;    Semuanya memiliki masanya sendiri. Karena memang waktu tak dapat diputar balik, apalagi dipercepat. Mengapa khawatir dengan sejarah yang memang sudah menjadi masa lalu. Foucault bilang "ambil yang baik dari sejarah, lalu tinggalkanlah" Mengapa harus riuh dengan sejarah, terlebih dendam yang diwariskan. Berdamailah dengan sejarah. Sudah berapa banyak perang terjadi hanya karena sejarah dendam para pendahulu? Pun, dengan masa depan. Toh, tak akan datang lebih cepat bahkan sedetik pun. Ya sudah, persiapkan bekal saja yang cukup, tanpa perlu khawatir dengan apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan untuk NUra yang mulai khawatir, baik dengan masa lalu atau masa depan. (ditulis-tulis dewe, diwoco-woco dewe, yo dipek dewe pisan!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-4515326557177081919?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/4515326557177081919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=4515326557177081919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4515326557177081919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4515326557177081919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2009/01/sebentar.html' title='Sebentar*'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-412834821490837458</id><published>2008-08-15T06:10:00.000-07:00</published><updated>2009-01-06T20:07:16.342-08:00</updated><title type='text'>JAUH DALAM SENJA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;TENGGELAM DALAM SENJA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SKWIjiDDG2I/AAAAAAAAABQ/yTJgE3loguE/s1600-h/DSC00859.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SKWIjiDDG2I/AAAAAAAAABQ/yTJgE3loguE/s320/DSC00859.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234740285904460642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pantai di PAREPARE hampir senja&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SKWIjz5yrXI/AAAAAAAAABg/fTqxY3xOr7c/s1600-h/P6190521.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SKWIjz5yrXI/AAAAAAAAABg/fTqxY3xOr7c/s320/P6190521.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234740290697473394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;SENJA&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dalam sebuah senja&lt;br /&gt;antara makasar-parepare&lt;br /&gt;ada yang hilang tenggelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah senja&lt;br /&gt;antara Jogja-Makassar&lt;br /&gt;tak ada lagi cerita antara kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-412834821490837458?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/412834821490837458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=412834821490837458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/412834821490837458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/412834821490837458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2008/08/jauh-dalam-senja.html' title='JAUH DALAM SENJA'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SKWIjiDDG2I/AAAAAAAAABQ/yTJgE3loguE/s72-c/DSC00859.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-4641685941191429981</id><published>2008-01-22T03:51:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T03:53:21.267-08:00</updated><title type='text'>Thanks to</title><content type='html'>Thanks Ya Sita udah dibikinin desain.&lt;br /&gt;oh ya Sita numpang promosi ni...bagi siapa aja yang tertarik dan ingin memiliki desain baru di blog, bisa hubungi sita. katanya harga bisa nego!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-4641685941191429981?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/4641685941191429981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=4641685941191429981' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4641685941191429981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/4641685941191429981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2008/01/thanks-to.html' title='Thanks to'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3975078982148479422.post-8487112463728897104</id><published>2007-11-19T22:03:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T22:04:13.902-08:00</updated><title type='text'>under construction</title><content type='html'>aduh blog ini masih kosong, tunggu ya kejutan saya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3975078982148479422-8487112463728897104?l=sketsabiru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsabiru.blogspot.com/feeds/8487112463728897104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3975078982148479422&amp;postID=8487112463728897104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/8487112463728897104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3975078982148479422/posts/default/8487112463728897104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsabiru.blogspot.com/2007/11/under-construction.html' title='under construction'/><author><name>Sketsa Biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972268100219683538</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WF9cwTWSoy0/SLTDta2blPI/AAAAAAAAABo/YwRPZCenD3o/S220/DSCN1430.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
